Dua

Kecewa, itulah yang kurasakan saat ini. Saat orang yang paling kuharapkan akan menghampiriku disaat aku ditimpa musibah dan kesulitan, tetapi orang tersebut tidak perduli. Tiga hari  berlalu, beliau bersikap seperti tidak mau ambil perduli tentang musibah dan kesulitanku, jangankan menemaniku mengurusi berbagai hal yang harus diurus secepatnya, bertanya pun tidak, dan hanya menghampiriku disaat ingin menanyakan masalah yang hanya berkaitan dengan kegiatan usahaku.

Who am I anyway? Suddenly, I realized that I am no body.

 

Akses Siswa Miskin ke PTN Semakin Sempit

JAKARTA, KOMPAS.com – Dihapusnya jalur ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dinilai akan mempersempit akses siswa miskin untuk masuk perguruan tinggi negeri. Hal itu dikatakan pengamat pendidikan Darmaningtyas, di Jakarta, Senin (26/3/2012).

Dijelaskannya, ditiadakannya jalur ujian tulis pada SNMPTN tahun depan akan berimplikasi pada menumpuknya peminat SNMPTN di jalur undangan. Terkait itu, para siswa yang tidak lolos dalam jalur undangan akan menyerbu satu pintu lain untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN), yakni ujian mandiri.

“Menghapus ujian tulis SNMPTN itu kekeliruan besar. Itu hanya akan membatasi pada siswa-siswa yang mampu saja, baik lewat jalur undangan maupun yang terpaksa harus melalui jalur mandiri,” kata Darmaningtyas.

Menurutnya, sistem jalur undangan akan membuat siswa hanya memiliki satu kali kesempatan masuk PTN. Sedangkan kesempatan lainnya hanya tersisa di jalur ujian mandiri yang terkenal dengan biaya lebih mahal.

“Jalur mandiri itu kan biaya pendidikannya lebih mahal ketimbang jalur seleksi nasional, tetap saja yang miskin tidak akan terangkut,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, jalur undangan akan didominasi oleh siswa dari kalangan mampu. Lantaran berdasarkan pengamatannya, sekolah-sekolah yang terakreditasi biasanya adalah sekolah-sekolah yang biaya pendidikannya mahal, dan hanya siswa dari kelompok ekonomi kuat yang mampu mengakses pendidikan bermutu di sekolah tersebut.

“Sebab semakin bagus nilai akreditasi sekolah, kuota yang diberikan untuk jalur undangan akan semakin banyak. Jadi kuota untuk siswa kaya bisa masuk PTN juga akan semakin besar,” terangnya.

Darmaningtyas mengaku tidak habis pikir, mengapa pemerintah mengambil kebijakan yang menurutnya sangat tidak berpihak terhadap rakyat miskin. Mengingat selama ini tidak ada persoalan dalam pelaksanaan ujian tulis, sejak kali pertama digelar sekitar tahun 1970-an.

Baik dari sisi objektifitas, kredibilitas, dan akseptabilitas, menurutnya, pelaksanaan utul juga relatif baik. “Ujian tulis sejak 1970 tidak ada masalah, kenapa diotak atik? Yang harus dihapus itu justru jalur mandiri, karena mahal,” tutur dia.

Sumber: Kompas.com, Senin, 26 Maret 2012, 10.00 WIB

Satu

Senang karena dia menelepon. Memang bukan untuk menanyakan kabarku, hanya menanyakan beberapa masalah pekerjaan. Tapi seperti itulah aku. Rasa marah, sedih, kecewa, akan hilang jika menerima telepon dari dirinya, yang tinggal hanya rasa bahagia karena bisa mendengar suaranya. Sudah beberapa waktu aku ga bertemu dengannya. Apalagi ditambah dengan kegiatanku di tempat baru ini, yang menuntut aku untuk tidak meninggalkan tempat pada saat jam kerja.

Satu sisi aku menikmati kehidupanku yang sekarang. Lingkungan yang nyaman, membuatku berfikir berkali-kali untuk kembali ke lingkunganku yang dulu. Tapi disisi lain, aku tidak bisa lagi bersama dia, waktuku habis di sini. Sudah tidak ada lagi waktu untuk menemaninya makan di saat istirahat siang, sudah tidak ada lagi waktu untuk melihat dan mendengarkan dia bercanda dengan teman-teman, semua hilang. Buatku, semua itu mahal harganya, aku merasa kami semakin jauh, aku merasa masing-masing kami sibuk sendiri-sendiri dengan berbagai macam urusan. No more text messages, no more calls, no more ketemuan, semua berubah, everything change.

Semua yang kulakukan disini memang untuk kebaikan diriku, dan juga atas dukungannya. Tapi apa gunanya semua ini buatku kalau semakin hari aku semakin jauh dari dirinya? Bukan ini yang kuinginkan pada saat aku memutuskan untuk memulai semua ini. Yang kuinginkan adalah dengan aku berada disini, aku menjadi wanita yang mampu berdiri sejajar disamping dia dan mendukungnya dalam berbagai hal yang akan dihadapinya. Entahlah, aku hanya takut berfikir bahwa aku harus mempersiapkan diriku jika hal yang terburuk terjadi diantara kami. Hiks..

Jangan Bingung Memilih Jurusan

KOMPAS.com - Memilih jurusan terkadang menjadi masalah tersendiri bagi calon mahasiswa. Hal ini terjadi ketika mereka belum mengetahui minat dan bakatnya sejak dini. Alhasil, tak sedikit yang merasa telah salah memilih jurusan ketika duduk di bangku perkuliahan. Sebelum hal itu terjadi pada Anda, lima hal di bawah ini bisa dipertanyakan kepada diri sendiri sebelum mengambil keputusan. Apa saja?

1. Apa yang Anda suka?
Ketahui dan kenali apa yang Anda sukai. Jangan memilih jurusan hanya karena mengikuti pilihan orang lain atau agar tetap bersama teman dekat. Dalam mengambil keputusan, bicaralah pada hati kecil Anda, dan pilih yang akan membuat bersemangat!

2. Apakah Anda baik dalam suatu bidang?
Anda harus mengetahui keunggulan Anda dalam suatu bidang tertentu. Hal itu bisa diukur dengan melihat bagaimana respons orang-orang sekitar dengan apa yang Anda hasilnya. Misalnya, apakah Anda selalu mendapat pujian dari suatu pertunjukan atau karya seni? Jika Anda memiliki kecendrungan alami ke arah minat dan ketrampilan tersebut, Anda dapat mempertimbangkannya sebagai pilihan untuk menentukan jurusan.

3. Apa profesi yang ingin Anda jalani?
Apakah Anda ingin menjadi dokter, guru atau pengacara? Jangan membatasi diri Anda dalam melakukan hal-hal dalam bidang tersebut. Jika Anda ingin menjadi dokter, tapi memiliki ketertarikan pada sastra maka lihatlah dahulu jurusan tersebut sebelum menentukan pilihan.

4. Keterampilan apa yang ingin Anda pelajari?

Anda harus mengetahui dengan jelas, apa keterampilan yang perlu lebih didalami saat memilih sebuah profesi atau bidang. Misalnya, Anda menyukai teater dan memiliki impian akan menghabiskan waktu Anda di bidang itu, maka cari tahulah keterampilan apa yang harus Anda kuasai jika ingin sukses menjalaninya. Atau, jika Anda ingin mempunyai perusahaan, sejak awal Anda harus mempelajari seluk beluk tentang bisnis, etika, pemasaran, humas, dan pelayanan. Pilih dengan cermat jurusan yang akan membuat Anda tertarik di dalamnya.

5. Faktor-faktor apa yang harus dipertimbangkan?
Banyak siswa yang memilih jurusan karena terpengaruh keluarga, keuangan, atau budaya. Sambil menjelajahi jurusan yang Anda pilih, ingatlah bahwa faktor kekuatan eksternal akan memengaruhi kehidupan di kampus Anda dari berbagai sisi. Menemukan jurusan yang dapat memberikan keseimbangan untuk impian internal Anda dan dukungan dari luar akan membuat situasi yang lebih mudah dikendalikan.

Selamat memilih!

Sumber: Kompas, 01 Maret 2012, pukul 20.38 WIB

Elearning
Galllery
Visitor
Twitter
Facebook